Late post... Hari itu, tgl 7 September 2015 rekan sekantor akan melakukan perjalanan pendakian ke puncak gunung semeru. Mendengar rencana itu aku tertarik untuk langsung bergabung, cusss mendadak aku minta cuti dari kantor, dan alhamdulillah acc walau cuma 1 hari (mayan TGB timbang gak blass -,-)
Belum ada persiapan khusus sebelumnya dari diri aku, hanya berbekal nekad dan rasa keingintahuan yang luar biasa yang membangunkan naluriku untuk menaklukan gunung semeru (efek nonton film 5cm biyen, hehee). Aku paham betul mendaki gunung semeru yang berketinggian 3.676mdpl yang merupakan gunung tertinggi ke tiga di Indonesia ini bukan suatu hal yang gampang apalagi buat newbie like me hahaaah.. Pengalaman pendakian sebelumnya sih sudah pernah aku alami ke gunung bromo, hehehe.. #iku panggon wisata bosss, ppfftt -_-
Belum ada persiapan khusus sebelumnya dari diri aku, hanya berbekal nekad dan rasa keingintahuan yang luar biasa yang membangunkan naluriku untuk menaklukan gunung semeru (efek nonton film 5cm biyen, hehee). Aku paham betul mendaki gunung semeru yang berketinggian 3.676mdpl yang merupakan gunung tertinggi ke tiga di Indonesia ini bukan suatu hal yang gampang apalagi buat newbie like me hahaaah.. Pengalaman pendakian sebelumnya sih sudah pernah aku alami ke gunung bromo, hehehe.. #iku panggon wisata bosss, ppfftt -_-
Okeh,, crew berangkat dari terminal Purabaya sekitar pukul 00:30am dan kami tiba di terminal Arjosari (Malang) pukul jam 02:30pm, kemudian dari terminal arjosari crew melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum menuju desa Tumpang dengan biaya 110ribu, lama perjalanan kira-kira 1 setengah jam untuk tiba, naah dari sini crew diharuskan menempuh perjalanan menggunakan Jeep/Hartop dengan ongkos sewa kira-kira 500ribuan untuk menuju desa Ranupani. Note: untuk kesemua ongkos tersebut bisa lebih murah lagi kalo kalian jago nego gaees, hehe
Yaps,, pukul 05:00am crew tiba di desa Ranupani (cuuss.. merapat ke warung cari yang anget-anget, ngopii gaes). Next dipos perijinan ini kalian akan mendapat arahan (briefing) dari pengelola taman nasional gunung semeru agar kalian tidak tersesat saat melakukan perjalanan pawanjang, disini juga diberitahukan tentang apa-apa yang wajib dibawa, pokoknya semacam syarat dan undang-undang pendakian lah gaess..
Start dari Ranupani menuju Ranu Kumbolo, ada 4 pos yang harus dilalui. dari Ranupani menuju Ladengan Dowo yang berjarak 3,5Km, kondisi jalur masih beraspal dan paving, dalam perjalanan menuju Ladengan Dowo kami disuguhkan dengan pemandangan sawah dan perkebunan warga setempat. Dari Ladengan Dowo menuju Watu Rejeng, view perjalanan sudah mulai memasuki hutan (persis seng nang film-film gaes), meski sudah merasakan suasana hutan, jalurnya masih bisa dikategorikan mudah, disini hawa dingin juga sudah mulai terasa meski tak membuat badanku menggigil, disepanjang jalur crew melewati sebuah jembatan kecil di atas sebuah kali/sungai, beberapa pasangan muda mudi duduk menikmati tempat ini, jembatan ini dinamakan "jembatan cinta", kurang paham betul fislosofinya, namun hal itu sontak mebuat kami tersenyum saat melewati jembatan ini ditengah rasa capek yang mulai terasa.
Cukup melelahkan pendakian santai kali ini, 8 jam menempuh perjalanan untuk tiba Ranu Kumbolo yang berketinggian 2400mdpl, (sumpah.. dengkulku rasane koyok coplok..) maklum terakhir pendakian tahun 2013 di bromo.
Ternyata ekspektasi luar biasa terbayar sudah ketika crew pendakian tiba di Ranu Kumbolo, ditempat ini di suguhkan berjuta panorama yang menarik yang membuat kita spechless dan melotot terpukau, subhanallah... Semua takjub dan memang inilah yang terjadi pada crew pendaki yang saat itu bersamaku. Di Ranu Kumbolo ini terdapat danau dengan luas ± 5 Ha yang sangat indah dan natural yang dapat menyiratkan kesan tersendiri bagi pendaki semeru, air disini juga sangat jernih oleh karenanya pihak pengelola taman nasional gunung semeru tidak memperbolehkan siapapun untuk mandi di danau ini agar tetap terjaga dan tidak mencemari airnya. Tepat pukul 16:00pm crew tiba dilokasi ini, dengan suasana teduh berembun dan ditemani indahnya panorama sekitar, kami mendirikan tenda ditengah puluhan tenda para pendaki lainya (sebagian crew tergeletak tak berdaya akibat kelelahan). Hawa dingin terasa kian menyelimuti sekitar dan membuat badan ini mulai tak tahan ingin menggigil (17:30pm). Saat tenda tegak berdiri kamipun beristirahat dari lelahnya perjalanan seharian tadi. Siang berganti malam (21:00pm) kami merencanakan untuk membuat api unggun dengan maksud untuk menghangatkan suhu tubuh namun rupanya teror hawa dingin kian malam kian dasyat, kali ini hawa dingin itu terasa hingga menusuk tulangku, kaki tangan bibir gemetar tak henti-hentinya hingga aku merasa apa ini yang dimaksud serangan hypotermia (Uuuuuwadaauuweem polll gaaeess, sumpah gak mbujuk), crew akhirnya membatalkan rencana itu dan kembali ke masing-masing tenda. Malam semakin larut 00:30am ujung atas tendaku membeku. Bagai burung dalam sangkar, teman setenda berkali-kali kentut tak menjadi masalah bagiku ketimbang aku harus keluar tenda dan membeku diluar tenda. Tak heran penghuni tenda sebelah ku berteriak karena kedinginan.
Start dari Ranupani menuju Ranu Kumbolo, ada 4 pos yang harus dilalui. dari Ranupani menuju Ladengan Dowo yang berjarak 3,5Km, kondisi jalur masih beraspal dan paving, dalam perjalanan menuju Ladengan Dowo kami disuguhkan dengan pemandangan sawah dan perkebunan warga setempat. Dari Ladengan Dowo menuju Watu Rejeng, view perjalanan sudah mulai memasuki hutan (persis seng nang film-film gaes), meski sudah merasakan suasana hutan, jalurnya masih bisa dikategorikan mudah, disini hawa dingin juga sudah mulai terasa meski tak membuat badanku menggigil, disepanjang jalur crew melewati sebuah jembatan kecil di atas sebuah kali/sungai, beberapa pasangan muda mudi duduk menikmati tempat ini, jembatan ini dinamakan "jembatan cinta", kurang paham betul fislosofinya, namun hal itu sontak mebuat kami tersenyum saat melewati jembatan ini ditengah rasa capek yang mulai terasa.
Cukup melelahkan pendakian santai kali ini, 8 jam menempuh perjalanan untuk tiba Ranu Kumbolo yang berketinggian 2400mdpl, (sumpah.. dengkulku rasane koyok coplok..) maklum terakhir pendakian tahun 2013 di bromo.
Ternyata ekspektasi luar biasa terbayar sudah ketika crew pendakian tiba di Ranu Kumbolo, ditempat ini di suguhkan berjuta panorama yang menarik yang membuat kita spechless dan melotot terpukau, subhanallah... Semua takjub dan memang inilah yang terjadi pada crew pendaki yang saat itu bersamaku. Di Ranu Kumbolo ini terdapat danau dengan luas ± 5 Ha yang sangat indah dan natural yang dapat menyiratkan kesan tersendiri bagi pendaki semeru, air disini juga sangat jernih oleh karenanya pihak pengelola taman nasional gunung semeru tidak memperbolehkan siapapun untuk mandi di danau ini agar tetap terjaga dan tidak mencemari airnya. Tepat pukul 16:00pm crew tiba dilokasi ini, dengan suasana teduh berembun dan ditemani indahnya panorama sekitar, kami mendirikan tenda ditengah puluhan tenda para pendaki lainya (sebagian crew tergeletak tak berdaya akibat kelelahan). Hawa dingin terasa kian menyelimuti sekitar dan membuat badan ini mulai tak tahan ingin menggigil (17:30pm). Saat tenda tegak berdiri kamipun beristirahat dari lelahnya perjalanan seharian tadi. Siang berganti malam (21:00pm) kami merencanakan untuk membuat api unggun dengan maksud untuk menghangatkan suhu tubuh namun rupanya teror hawa dingin kian malam kian dasyat, kali ini hawa dingin itu terasa hingga menusuk tulangku, kaki tangan bibir gemetar tak henti-hentinya hingga aku merasa apa ini yang dimaksud serangan hypotermia (Uuuuuwadaauuweem polll gaaeess, sumpah gak mbujuk), crew akhirnya membatalkan rencana itu dan kembali ke masing-masing tenda. Malam semakin larut 00:30am ujung atas tendaku membeku. Bagai burung dalam sangkar, teman setenda berkali-kali kentut tak menjadi masalah bagiku ketimbang aku harus keluar tenda dan membeku diluar tenda. Tak heran penghuni tenda sebelah ku berteriak karena kedinginan.
Ke esokan harinya aku melihat fisik rekan-rekan ku semakin melemah, beberapa crew cidera sehingga mengharuskan kami untuk tidak melanjutkan perjalanan menuju puncak mahameru, karena akan fatal akibatnya jika tetap dipaksakan. Pagi hari pukul 08:00am crew kembali untuk menempuh perjalanan pulang dengan kondisi lemah dan memprihatinkan, wajah kusam berselimut lelah. menariknya ketika kita sampai diterminal Purabaya (bungurasi) energy kami kembali pulih, sugesti hahaa
Naaaahh dari pengalaman di atas dapat dijadikan refrensi bagi temen temen yang berencana mendaki gunung level dewa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum pendakain. Mulai dari menata perjalanan, survei dan pelajari lokasi, persiapan fisik yang kauat olahraga sebelum naik gunung, sediakan peralatan yang serba portable, jaket dan pakaian serba tebal (wadem coy), kotak P3K, persiapan logistik atau persediaan makanan yang cukup, dan jngan lupa berdo'a dan bertindaklah dengan sopan.
SEMERU..!! "I'LL BE BACK"
Bagiku gunung semeru adalah destinasi menarik bagi para pecinta alam, terutama pendaki. Keindahan sekitar adalah bagian yang tak terpisahkan dari gunung semeru. Ingat gaess prinsip pecinta alam "Jangan mengambil apapun kecuali gambar, jangan meninggalkan apapun kecuali tapak kaki atau jejak, jangan membunuh apapun kecuali waktu" ini adalah prinsip agar pendaki gunung . tetap menjaga keharmonisan dan kelestarian alam. Salam pendaki !!
Keyword :
Gunung semeru, Puncak tertinggi Jawa Timur, Pendakian gunung semeru, Lokasi gunung semeru, Mendaki gunung semeru, Pemandangan semeru, Wisata semeru, Jelajah alam gunung semeru, Keindahan gunung semeru, Gunung merapi








0 komentar:
Posting Komentar
Sahabat terima kasih atas kunjungan dan komentarnya semoga dapat mempererat persahabatan online kita. Komentar sobat akan menjadi motivasi saya untuk terus mengupdate blog ini. Mohon gunakan kata-kata yang sopan dalam memberikan komentar. Komentar SPAM, SARA dan sejenisnya tidak akan di tampilkan.